Hidup atau Mati?
Dengan bertolak dari Efesus 2:1, J. C. Ryle mengajukan satu pertanyaan yang menentukan: hidup atau matikah Saudara di hadapan Allah? Ia menunjukkan bahwa menurut kodratnya setiap manusia mati secara rohani, bahwa setiap orang perlu dilahirkan kembali, dan bahwa hanya Roh Kudus yang sanggup menghidupkan jiwa yang mati. Tulisan ini ditutup dengan seruan yang hangat untuk memeriksa diri, datang kepada Kristus, dan terus bertumbuh.
- Penulis
- J. C. Ryle
- Penerjemah
- Pdt. IJsselstein
- Tahun
- 2026
- Ukuran berkas
- 125 kb
- Format
- PDF · gratis
Tentang buku ini
Setiap orang hanya termasuk salah satu dari dua golongan: hidup atau mati secara rohani. Tidak ada golongan ketiga. Dalam traktat ini J. C. Ryle menuntun pembaca melalui empat langkah: pertama, bahwa menurut kodratnya semua manusia mati di dalam dosa; kedua, bahwa setiap orang perlu dilahirkan kembali dan tidak cukup hanya memperbaiki hidupnya; ketiga, bahwa hidup itu hanya dapat diberikan oleh Allah sendiri melalui Roh Kudus dan melalui persatuan dengan Kristus; keempat, bahwa setiap pembaca harus memeriksa dirinya sendiri di hadapan Allah. Tulisan ini ditutup dengan kata-kata bagi mereka yang masih mati dan bagi mereka yang sudah dihidupkan. Nadanya tegas tetapi penuh belas kasihan: Ryle tidak menyanjung pembacanya, tetapi juga tidak pernah berputus asa terhadap seorang pun, sebab "bagi Dia yang menghidupkan orang mati, tidak ada yang mustahil."
